Menghindari bergurauan berlebihan
Bercanda dan bersenda gurau adalah cara jiwa kita melepaskan kepenatan dan keletihan yang menderanya. Secara umum bersenda gurau adalah boleh asal tidak dilakukan secara berlebihan. Gurauan yang berlebihan akan membawa kepada perbuatan kurang berguna dan dapat menurunkan kewibawaan seseorang. Umar bin khattab berkata, "Barang siapa yang banyak bercanda, maka ia akan diremehkan atau dianggap hina. "
Said bin al ash berkata kepada anaknya, "Wahai anakku, janganlah bercanda dengan orang mulia,maka ia akan dendam kepadamu, jangan pula bercanda dengan bawahan maka nanti ia akan melawanmu. "
Senda gurau yang dilarang adalah senda gurau yang keterlaluan dan dilakukan secara terus menerus.
Senda gurau dapat menimbulkan banyak tertawa. Padahal banyak tertawa bisa mematikan hati, menimbulkan kedengkian dan menjatuhkan kehormatan serta kewibawaan. Sedangkan senda gurau yang sebatas ala kadarnya dan terlepas dari buruknya senda gurau diperkenankan. Sebagaimana yang disebabkan oleh Rasulullah saw: "Sesungguhnya aku bersenda gurau, dan tidak mengatakan kecuali kebenaran. "
Siapa yang dapat menjamin ketika bersenda gurau hanyalah mengatakan hal-hal yang benar saja? Padahal kita adalah makhluk yang sering kali berbuat kesalahan, terutama yang berkaitan dengan pembicaraan. Oleh karena itu, hendaknya kita menghindari senda gurau yang berlebihan, jika tidak bisa, maka diam adalah jalan utama untuk menyelamatkan diri dari kesalahan lisan.
Mengertikah kita tentang akhir kehidupan kita? Di surga atau di neraka? Jawabannya adalah tidak tahu. Karena itu kenapa kita masih sering tertawa yang keterlaluan demi sekedar mencari hiburan. Rasulullah saw yang dijamin masuk surga saja membatasi tertawanya, lalu kita yang tidak jelas mau masuk kemana ternyata mudah tertawa terbahak-bahak. Tidak malukah kita?
Kemudian bagaimana cara bercandanya Rasulullah saw? Bercandanya Rasulullah saw adalah bercanda yang tidak mengatakan sesuatu kecuali kebenaran, tidak menyakiti hati orang lain, dan tidak melampaui batas.
Perhatikan hadits berikut ini, tentu kita akan dapat mengerti pelaksanaan bercanda yang sesuai dengan syara'.
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa para sahabat berkata, "Ya Rasulullah, sesungguhnya engkau bercanda dengan kami! " Maka beliau menjawab,"Walaupun aku bersenda gurau dengan kalian,sesungguhnya tidaklah aku berkata melainkan kebenaran." (HR At-Tirmidzi.Hadits ini dianggap hasan).
Al-Hasan berkata: "Seorang wanita tua datang kepada Rasulullah,lalu beliau bersabda kepadanya: "Wanita tua tidak bisa masuk surga." Mendengar perkataan beliau tersebut,wanita itu langsung menangis tersedu-sedu. Setelah itu beliau berkata, "Pada hari itu kamu tidak setua ini." Sebagaimana yang difirmankan Allah swt :
"Sesungguhnya kami menciptakan mereka dengan langsung,dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan" (Al-Waqi'ah:35-36). (HR. At-Tirmidzi, di dalam "Asy-Syama'il)