Sabtu, 25 Februari 2017

Pentingnya Menghindari Bergurau (Ai-Mazah) Berlebihan

    Menghindari bergurauan berlebihan

   Bercanda dan bersenda gurau adalah cara jiwa kita melepaskan kepenatan dan keletihan yang menderanya. Secara umum bersenda gurau adalah boleh asal tidak dilakukan secara berlebihan. Gurauan yang berlebihan akan membawa kepada perbuatan kurang berguna dan dapat menurunkan kewibawaan seseorang.             Umar bin khattab berkata, "Barang siapa yang banyak bercanda, maka ia akan diremehkan atau dianggap hina. "
        Said bin al ash berkata kepada anaknya, "Wahai anakku, janganlah bercanda dengan orang mulia,maka ia akan dendam kepadamu, jangan pula bercanda dengan bawahan maka nanti ia akan melawanmu. "
        Senda gurau yang dilarang adalah senda gurau yang keterlaluan dan dilakukan secara terus menerus.
        Senda gurau dapat menimbulkan banyak tertawa. Padahal banyak tertawa bisa mematikan hati, menimbulkan kedengkian dan menjatuhkan kehormatan serta kewibawaan. Sedangkan senda gurau yang sebatas ala kadarnya dan terlepas dari buruknya senda gurau diperkenankan. Sebagaimana yang disebabkan oleh Rasulullah saw: "Sesungguhnya aku bersenda gurau, dan tidak mengatakan kecuali kebenaran. "
        Siapa yang dapat menjamin ketika bersenda gurau hanyalah mengatakan hal-hal yang benar saja? Padahal kita adalah makhluk yang sering kali berbuat kesalahan, terutama yang berkaitan dengan pembicaraan. Oleh karena itu, hendaknya kita menghindari senda gurau yang berlebihan, jika tidak bisa, maka diam adalah jalan utama untuk menyelamatkan diri dari kesalahan lisan.
        Mengertikah kita tentang akhir kehidupan kita? Di surga atau di neraka? Jawabannya adalah tidak tahu. Karena itu kenapa kita masih sering tertawa yang keterlaluan demi sekedar mencari hiburan. Rasulullah saw yang dijamin masuk surga saja membatasi tertawanya, lalu kita yang tidak jelas mau masuk kemana ternyata mudah tertawa terbahak-bahak. Tidak malukah kita?
        Kemudian bagaimana cara bercandanya Rasulullah saw? Bercandanya Rasulullah saw adalah bercanda yang tidak mengatakan sesuatu kecuali kebenaran, tidak menyakiti hati orang lain, dan tidak melampaui batas.
        Perhatikan hadits berikut ini, tentu kita akan dapat mengerti pelaksanaan bercanda yang sesuai dengan syara'.
       Abu Hurairah meriwayatkan bahwa para sahabat berkata, "Ya Rasulullah, sesungguhnya engkau bercanda dengan kami! " Maka beliau menjawab,"Walaupun aku bersenda gurau dengan kalian,sesungguhnya tidaklah aku berkata melainkan kebenaran." (HR At-Tirmidzi.Hadits ini dianggap hasan).
                                                                                   Al-Hasan berkata: "Seorang wanita tua datang kepada Rasulullah,lalu beliau bersabda kepadanya: "Wanita tua tidak bisa masuk surga." Mendengar perkataan beliau tersebut,wanita itu langsung menangis tersedu-sedu. Setelah itu beliau berkata, "Pada hari itu kamu tidak setua ini." Sebagaimana yang difirmankan Allah swt :
        "Sesungguhnya kami menciptakan mereka dengan langsung,dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan" (Al-Waqi'ah:35-36). (HR. At-Tirmidzi, di dalam "Asy-Syama'il)

Kamis, 23 Februari 2017

Adab Berdo'a Yang Baik

                          Adab Berdo'a

Dalam mengemukakan permohonan dan do'a kepada Allah swt, hendaknya disertai dengan adab, diantaranya :
1.  Menjauhi yang diharamkan, baik makanan, minuman dan pakaian.
2.  Dengan ikhlas hati
3.  Baik sekali bila didahului dengan                                       sembahyang, karena ada hadits yang diriwayatkan oleh Abi Darda, bahwa Rasulullah saw bersabda : "Siapa berwudhu dengan baik kemudian sembahyang dua rakaat, setelah itu berdo'a, maka Tuhan akan memperhatikan permintaanya, diberinya dengan segera atau diberinya dengan terlambat. "
4.  Mengucapkan kalimat tahmid (Alhamdu lillaahi rabbil 'alamiin), shalawat dan salam atas Nabi Muhammad saw pada awal dan akhir do'a.
5.  Khusu' dan tenang
6.  Dengan suara rendah dan mengharap sepenuh hati.
7.  Mengulangi beberapa kali dengan tidak berputus asa.
8.  Menghadirkan hati pada Allah swt.
9.  Jangan berdo'a untuk berbuat dosa.
10.  Jangan berkata : "Aku telah berdo'a, tetapi tidak diperkenankan Tuhan. "

        Dipetik dari kitab TUHFATUDZ DZAAKIRIIN halaman 34, karangan Muhaddits (ahli hadits) Muhammad bin Ali Asy-Syaukami.

Kamis, 16 Februari 2017

Dampak Radiasi Handphone Pada Mata

Dampak Radiasi HP Pada Mata
 

        Ada banyak pengaruh dan bahayanya sinar radiasi Handphone, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang terhadap kesehatan. Berikut pengaruh yang ditimbulkan dari radiasi sinar handphone :

 

1.  Mata berair dan lelah

          Dalam jangka pendek, sinar radiasi dapat membuat  mata menjadi lelah dan mudah berair. Hal ini dikarenakan terlalu lama berada di depan layar monitor. Selain itu juga berpengaruh dalam produksi hormon melatonin, sehingga mengakibatkan berbagai macam keluhan, seperti pusing, sakit kepala, letih, dan insomnia.

2.  Astenopia

          Asteponia merupakan kejadian dimana reaksi pupil mata terhadap cahaya menjadi lambat. Hal ini dikarenakan mata yang berlebihan terkena cahaya.

3.  Katarak

          Radiasi sinar UV dari komputer/laptop dalam jangka lama dapat menimbulkan katarak atau penyakit gangguan penglihatan dikarenakan kekeruhan di lensa mata. Selain itu, proses usia yang semakin menua merupakan salah satu penyebabnya.

Sabtu, 04 Februari 2017

Cerita penuh hikmah dan teladan

Pahala Bagi Pemberi Minum



        Pada siang hari yang terik, seorang pemuda berjalan sendirian di tengah gurun pasir. Tiba-tiba saja ia merasa sangat kehausan. Sesegera mungkin, ia mencari oase ( sumber mata air ) di seputar padang pasir itu. Akhirnya, pemuda tersebut menemukan sebuah sumur dan segera turun ke dasar sumur itu.
        Setelah menuruni sumur pemuda tersebut segera meminum air dalam sumur itu sambil mengucap syukur, " Wahai Allah Yang Maha Pengasih kau berikan nikmat kepadaku ketika aku kehusan di padang pasir ini." Setelah rasa haus itu hilang, pemuda shaleh itu mulai mendaki kembali. Baru saja sampai di permukaan sumur, ia melihat seekor anjing yang merintih-rintih kehausan.Pemuda itu berbicara dalam hati,    " Pasti anjing ini menderita kehausan seperti yang aku rasakan sebelumnya."
        Tanpa pikir panjang, pemuda itu turun kembali ke dasar sumur. Ia buka sepatunya dan memenuhinya dengan air sumur. Kemudian,. ia mendaki sumur itu perlahan sambil menggigit sepatu yang telah berisi air. Tak lama kemudian,. sampailah ia di permukaaan. Sepatu berisi air itu pun ia berikan kepada si anjing.


        Hikmah Cerita :
           Rasulullah SAW bersabda "Allah pun berterima kasih kepada pemuda itu dan telah mengampuni dosanya."  Allah Maha Mengetahui akan semua perbuatan yang terpuji dari pemuda itu. Ia melkukan hal itu karena Allah, bukan mengharap imbalan atau pujian dari orang lain.